Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

Talibun 8 Baris

Siapa berlangir ke tepian
Jangan dahulu balik pulang
Rusa terdampar dalam lembah
Ekornya hitam kena bara
Kakanda berlayar ke lautan
Banyak memetik bunga kembang
Adinda tinggal tengah rumah
Tidur bertikam air mata

Talibun 6 Baris

Di depan rumah jalan setapak
Melewatinya dengan senang hati
Bunga itu telah tertancap
Hargai pengorbanan ibu bapak
Setetes keringatpun berarti
Seuntai doa pun mudah terucap

Seloka

Ada seekor burung pelatuk
Mencari makan di kayu lapuk
Kamu seperti ayam pungguk
Segan mencakar rajin mematuk

Pantun Berkait

Kalau tuan pergi ke Bali
Jangan lupa melihat pura
Kalau tuan jatuh hati
Cepat saja katakan cinta

Jangan lupa melihat pura
Ke hutan berburu musang
Cepat saja katakan cinta
Karena aku juga sayang

Ke hutan berburu musang
Burung merpati hinggap di randu
Karena aku juga sayang
Hatiku tertarik padamu

Gurindam

Bila kau banyak berkata-kata
Di situlah tempat masuknya dusta

Janganlah senang memamerkan harta
Karena itulah tandanya riya

Jangan menyontek saat belajar
Agar menjadi anak yang pintar

Pantun Karmina

Ujung bendul
Dalam semak
Kerbau mandul
Banyak lemak

Burung dara
Membawa pita
Tak usah bicara
Jika berdusta

Pantun Jenaka

Pergi ke pasar membeli pisau
Membelinya dengan teman tersayang
Bagaimana hati tidak risau
Kepala botak minta dikepang

Pantun Teka-Teki

Burung dara terbang di awan
Terbang tinggi bersama burung elang
Coba jawab wahai kawan
Hewan apa yang berkulit belang

Pantun Beriba Hati

Burung merpati di atas pohon
Berkicaunya diminggu pagi
Bagaimana lagi aku memohon
Agar dirimu kembali lagi

Pantun Perpisahan

Lihatlah anak ayam berbulu
Pakannya satu ayamnya lima
Janganlah engkau lupakan aku
Walau kita sudh tak bersama

Pantun Percintaan

Sungguh manis rasanya gula
Jangan dimakan dengan beras
Bersorak bagai orang gila
Ketika cinta telah terbalas

Pantun Perkenalan

Sepatu kuning sepatu ungu
Ku dapatkan dari sang raja
Senang diriku kenal denganmu
Hanya untuk berteman saja

Pantun Nasib

Langit sore berwarna merah
Jika mendung berwarna ungu
Dua tahun sudah tinggalkan rumah
Untuk merantau mencari ilmu

Pantun Berdukacita

Pagi-pagi mengikat tali
Diikat di sepatu kotor
Adik menangis lama sekali
Ditinggal ayah pergi ke kantor

Pantun Sukacita

Hanya bulan yang sinarnya terang

Dimalam hari sangatlah sunyi
Anak-anak menari riang
Di bawah pohon sambil bernyanyi

Bunga melati diwaktu siang
Dipetik orang dekat perairan
Adekku sangatlah riang
Dibelikan ibu mainan